RAPID (Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design)
RAPID (Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design)
Farmakofor
menurut IUPAC adalah faktor sterik dan elektronik yang diperlukan untuk
memastikan terjadinya interaksi molekuler secara optimal dengan struktur target
biologis spesifik sebagai penginduksi atau penghambat respon biologis(Hamzah et
al,2015)
Menurut
Hamzah et al (2014) Pemodelan farmakofor berbasis ligan telah menjadi strategi
dibidang komputasi khususnya untuk memudahkan penemuan obat khususnya agonis
dan antagonis reseptor estrogen alfa yang digunakan sebagai terapi
kanker leher rahim tanpa adanya sasaran struktur makromolekul dengan
menggunakan aplikasi MOE.
Pencarian
farmakofor secara hipotetik digambarkan sebagai pharmacophore query,
yaitu seperangkat fitur query yang biasanya dibuat dari titik anotasi ligan.
Titik anotasi adalah penanda dalam ruang yang menunjukkan lokasi dan jenis atom
atau gugus yang penting, seperti donor dan akseptor hidrogen, pusat aromatik,
posisi proyeksi interaksi yang mungkin, muatan gugus, dan bio-isosterik.
Poin-poin anotasi pada ligan adalah lokasi fitur yang potensial yang akan
menjadi query pharmacophore.
Fitur
farmakofor ditentukan melalui empat tahapan yaitu ;
- membuat database konformasi,
- membuat Query Pharmacophore,
- mencari fitur farmakofor berdasarkan Query Pharmacophore pada database konformasi,
- kemudian memperbaiki Query.
Farmakofor
atau pharmacophore adalah konfigurasi spasial fitur penting yang memugkinkan
molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target tertentu. Dengan tidak
adanya struktur reseptor dikenal, farmakofor dapat diidentifikasi dari suatu
sel ligan yang telah diamati untuk berinteraksi dengan reseptor sasaran. Sebuah
farmakofor didefinisikan sebagai susuanan 3D fitur yang sangat penting untuk
molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target dalam situs pengikatan
tertentu. Setelah diidentifikasi, farmakofor dapat berfungsi sebagai
model penting untuk screening virtual , terutama dalam kasus dimana struktur 3D
dari reseptor tidak diketahui dan teknik docking yang tidak berlaku.
Farmakofor
merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam
suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh
reseptor secara spesifik yang bertanggung-jawab terhadap proses pengikatan
ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut (Thomas, 2007).
Pendekatan
farmakofor telah menjadi salah satu alat utama dalam penemuan obat. Berbagai
metode berbasis ligan dan berbasis struktur telah dikembangkan untuk permodelan
farmakofor yang lebih baik dan telah berhasil dan diterapkan luas. Fitur
pendekatan farmakofor ini diharapkan dapat memperkecil waktu dan biaya dalam
penemuan dan perkembangan obat baru. Fitur khas pada farmakofor yaitu : sentral
hidrofobik, cincin aromatik, akseptor atau donor hidrogen, kation dan anion.
Titik farmakofer ini bisa saja terletak pada ligand itu sendiri atau bisa
terletak di reseptor.
Proses pengembangan model farmakofor umumnya
melibatkan langkah-langkah berikut:
- Pilih satu set ligan pelatihan - Pilihlah kumpulan molekul yang beragam secara struktural yang akan digunakan untuk mengembangkan model farmakofor. Sebagai model farmakofor harus dapat membedakan antara molekul dengan dan tanpa bioaktivitas, himpunan molekul harus mencakup senyawa aktif dan tidak aktif.
- Analisis konformasional - Buat satu set konformasi energi rendah yang cenderung mengandung konformasi bioaktif untuk masing-masing molekul yang dipilih.
- Superimposisi molekul - Superimpose ("fit") semua kombinasi konformasi energi rendah dari molekul. Kelompok fungsional serupa (bioisosterik) yang umum untuk semua molekul dalam himpunan dapat dipasang (mis., Cincin fenil atau gugus asam karboksilat). Himpunan konformasi (satu konformasi dari masing-masing molekul aktif) yang menghasilkan kecocokan terbaik dianggap sebagai konformasi aktif.
- Abstraksi - Transformasi molekul yang dilapiskan menjadi representasi abstrak. Sebagai contoh, cincin fenil yang dilapiskan dapat disebut secara lebih konseptual sebagai elemen 'batang aromatik' farmakofor. Demikian juga, gugus hidroksi dapat ditunjuk sebagai elemen farmakofor donor / akseptor hidrogen-ikatan.
- Validasi - Model farmakofor adalah hipotesis yang menghitung aktivitas biologis yang diamati dari sekumpulan molekul yang mengikat target biologis yang sama. Model ini hanya berlaku sejauh ia mampu menjelaskan perbedaan aktivitas biologis dari berbagai molekul.
Tipe ikatan
farmakofor
- Ikatan Hidrogen (Asam-Basa Lewis).
Dalam kimia, ikatan hidrogen adalah sejenis gaya
tarik antar molekul
atau antar dipol-dipol yang terjadi antara dua muatan listrik parsial
dengan polaritas yang berlawanan. Walaupun lebih kuat dari kebanyakan gaya
antarmolekul, ikatan hidrogen jauh lebih lemah dari ikatan kovalen
dan ikatan ion.
Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki atom N, O, atau F yang
mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron). Kekuatan ikatan
hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atom-atom
dalam molekul tersebut. Semakin besar perbedaannya, semakin besar ikatan
hidrogen yang terbentuk. Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa.
Semakin besar ikatan hidrogennya, semakin tinggi titik didihnya. Namun, khusus
pada air (H2O), terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya.
Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida
(HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi
perbedaan elektronegativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi
dari pada asam florida.
- Ikatan Van der walls
Gaya van der Waals dalam ilmu kimia merujuk pada jenis
tertentu gaya antar molekul. Istilah ini pada awalnya merujuk pada semua jenis
gaya antar molekul, dan hingga saat ini masih kadang digunakan dalam pengertian
tersebut, tetapi saat ini lebih umum merujuk pada gaya-gaya yang timbul dari polarisasi
molekul menjadi dipol. Gaya Van Der Waals terjadi akibat interaksi antara
molekul-molekul non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya
dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya
dipole-dipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair
atau padat dan sangat lemah. Karena gaya ini sangat lemah maka zat yang
mempunyai ikatan van der waals akan mempunyai titik didih yang sangat rendah.
Meskipun demikian gaya van der waals bersifat permanen dan lebih kuat dari gaya
london. Contoh gaya van der waals terdapat pada senyawa hidrokarbon. Misalnya
pada senyawa CH4. Perbedaan keelektronegatifan C (2,5) dengan H
(2,1) sangat kecil, yaitu sebesar 0,4.
- Ikatan Ion
Ikatan ion merupakan suatu ikatan yang terjadi
pada atom yang memiliki muatan yang besarnya sama tapi mempunyai muatan
yang berlawanan tanda. Ikatan ion terbentuk sebagai akibat adanya gaya tarik
menarik antara ion positif dan ion negatif. Ion positif terbentuk karena unsur
logam melepaskan elektronnya, sedangkan pada ion negatif terbentuk karena unsur
nonlogam menerima elektron. Ikatan ion terjadi karena adanya serah terima
elektron. Atom-atom membentuk suatu ikatan ion karena masing-masing atom ingin
mencapai keseimbangan/kestabilan seperti struktur elektron gas mulia.
- Konformasi Aktif
Konformasi adalah suatu penataan ruang tertentu
dari atom – atom dalam molekul. Konformasi aktif diadopsi dari suatu obat.
Identifikasi konformasi aktif berguna untuk mengkonformasi 3 dimensi dari suatu
molekul. Konformasi aktif yang stabil menjadi suatu harapan.
Mendefinisikan kerangka minimum yang menghubungkan
kelompok pengikat penting.
Mendefinisikan posisi relatif di ruang kelompok
pengikat penting.
RAPID (Randomized
Pharmacophore Identification Drug Design) adalah sistem perangkat lunak yang
terintegrasi dengan mencoba
mengidentifikasi invariants geometrik di antara kumpulan molekul ligan kecil
seperti molekul. RAPID sebagai metode komputerisasi yang digunakan untuk
tujuan penentuan analisis dan identifikasi komfor suatu ligan sehingga dapat
digunakan untuk dasar atau bahan pembuatan dan desain obat-obatan farmasi baru
yang sesuai dengan kebutuhan.
Desain obat merupakan proses iterasi dimulai dengan
penentuan senyawa yang menunjukkan sifat biologi penting dan diakhiri dengan
langkah optimasi, baik dari profil aktivitas maupun sintesis senyawa kimia.
Tanpa pengetahuan lengkap tentang proses biokimia yang bertanggungjawab
terhadap aktivitas biologis, hipotesis desain obat pada umumnya didasarkan pada
pengujian kemiripan struktural dan pembedaan antara molekul aktif dan tak
aktif. Kombinasi antara strategi mensintesis dan uji aktivitasnya menjadi
sangat rumit dan memerlukan waktu yang lama untuk sampai pada pemanfaatan obat.
Dengan kemajuan di bidang kimia komputasi, peneliti dapat menggunakan komputer
untuk mengoptimasi aktivitas, geometri dan reaktivitas, sebelum senyawa
disintesis secara eksperimental. Hal ini dapat menghindarkan langkah sintesis
suatu senyawa yang membutuhkan waktu dan biaya mahal, tetapi senyawa baru
tersebut tidak memiliki aktivitas seperti yang diharapkan.
Dua metode yang saling melengkapi dalam penggunaan
komputer sebagai alat bantu penemuan obat, adalah ligand-based drug design
(LBDD) yaitu rancangan obat berdasarkan ligan yang sudah diketahui, dan structure-based
drug design (SBDD) yaitu rancangan obat berdasarkan struktur target yang
didasarkan pada struktur target reseptor yang bertanggung jawab atas toksisitas
dan aktivitas suatu senyawa didalam tubuh. Metode LBDD yang lazim
digunakan adalah pharmacophore discovery, hubungan kuantitatif
struktur-aktivitas (HKSA/QSAR), dan docking molekular (molecular docking). Sedangkan SBDD memanfaatkan
informasi dari struktur protein target untuk mencari sisi aktif protein yang
berikatan dengan senyawa obat. Berdasarkan prediksi sisi aktif dapat dirancang
senyawa yang diharapakan berikatan dengan protein target tersebut dan memiliki
aktivitas biologis.
Kimia
komputasi adalah cabang kimia yang menggunakan hasi l kimia teori yang
diterjemahkan ke dalam program komputer untuk menghitung sifat-sifat molekul
dan perubahannya. Kimia komputasi dapat pula melakukan simula i terhadap
sistem-sistem besar (atau banyak molekul protein gas, cairan, padatan, dan
kristal cair) , dan menerapkan program tersebut pad a sistem kimia nyata .
Contoh sifat-sifat molekul yang dihitung antara lain struktu r atom , energi da
n selisih energi , muatan, momen dipol , kereaktifan , frekuensi getaran dan
besaran spektroskopi Iainnya . Simulasi terhadap makromolekul (seperti protein
dan asa m nukleat ) da n sistem besar bisa mencakup kajian konformasi molekul
dan perubahannya (mis . proses denaturasi protein), perubahan fasa , serta
peramalan sifat-sifat makroskopik (sepert i kalor jenis ) berdasarkan perilaku
ditingkat atom dan molekul .
Metode yang digunakan dalam rancangan obat rasional
antara lain adalah :
- Rancangan obat dengan bantuan komputer (Computer assited Drug Design = CADD)' terutama berhubungan dengan parameter kimia fisika yang terlibat dalam aktivitas obat,hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dan model kimia kuantum atau perhitungan orbit molekul.
- Grafik molekul, terutama untuk mengetahui bentuk konformasi dan model molekul senyawa sebagai petunjuk dalam rancangan analog.
- Kesesuaian reseptor (Reseptor-fit), untuk karakterisasi reseptor farmakologis dan melihat model interaksi obat-reseptor atau substrat-enzim serta ikatan-ikatan kimia yang terlibat dalam interaksi obat-reseptor.
Rancangan obat rasional dapat
dibagi menjadi dua syarat, yaitu:
- Struktur 3Dimensi target biologis (receptor-based drug design).
Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang diinginkan untuk target,
biomolekul (protein atau asam nukleat), yang fungsional peran dalam proses
seluler dan informasi struktural 3D dikenal. Pendekatan ini dalam desain obat
mapan dan sedang diterapkan secara luas oleh industri farmasi.
Tahap umum receptor-based drug design:
- Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
- Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
- Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.
- Struktur molekul kecil yang sudah terbukti aktif (pharmacophore-based drug design).
Pengembangan molekul kecil dengan
sifat yang telah ditetapkan untuk target, yang fungsi seluler dan informasi strukturalnya mungkin diketahui atau tidak diketahui.
Pengetahuan tentang target yang tidak diketahui (gen dan protein) dapat
diperoleh dengan menganalisis data ekspresi gen global dari sampel yang tidak diobati dan diobati dengan obat menggunakan alat
komputasi canggih.
Tahap umum pharmacophore-based drug design:
- Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
- Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
- Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).
ΓΌ HKSA
(HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR KIMIA)
Hubungan kuantitatif struktur kimia dan aktivits
biologis obat (HKSA) merupakan bagian penting rancangan obat, dalam usaha
mendapatkan suatu obat baru dengan aktivitas yang lebih besar, keselektifan
yang lebih tinggi, toksisitas atau efek samping yang sekecil mungkin dan
kenyamanan yang lebih besar. Selain itu dengan menggunakan model HKSA, akan
lebih banyak menghemat biaya ataulebih ekonomis, karena untuk mendapatkan obat
baru dengn aktivitas yang dikehendaki, factor coba-coba ditekan sekecil mungkin
sehingga jalur sintesis menjadi lebih pendek.
Pendekatan hubungan struktur dan aktivits biologis
mulai berkembang dengan pesat dengan dipelopori oleh Corwin Hansch dan kawan-kawan,
yang menghubungkan struktur kimia dan aktivitas biologis obat melalui
sifat-sifat kimia fisika umum seperti kelarutan dalam lemak, derajat ionisasi
atau ukuran molekul. Setelah itu hubungan kuantitatif antara aktivitas biologis
dan parameter yang menggambarkan perubahan sifat kimia fiiska yaitu parameter
hidrofobik,
elektronik dan sterik.
- Model Pendekatan HKSA Free-Wilson
Free dan Wilson (1964) mengembangkan suatu konsep
hubungan struktur dan aktivitas biologis obat yang dinamakan model de novo atau
model matematik Free-Wilson.
Untuk menghitung konstribusi masing-masing digunakan
perhitungan statistik cara matriks dan analisis multiregresi linier dengan bantuan
computer program QSAR. Hasilnya diperoleh gugus-gugus yang memberikan sumbangan
optimal terhadap aktivitas biologis struktur induk.
Kekurangan model Free-Wilson :
- Tidak dapat digunakan bila efek substituen bersifat tidak linier atau bila ada interaksi antar substituen.
- Memerlukan banyak senyawa dengan kombinasi substituen bervariasi untuk dapat menarik kesimpulan yang benar
Kelebihan model Free-Wilson :
- Dapat menghubungkan secara kuantitatif antara struktur kimia dan aktivitas biologis dari turunan senyawa dengan bermacam-macam gugus substitusi pada berbagai zona.
- Model ini digunakan bila tidak ada data tetapan kimia fisika dari senyawa-senyawa yang diteliti dan uji aktivitas lebih lambat dibanding dengan sintesis turunan senyawa
- Model Pendekatan HKSA Hansch
Hansch (1963) mengemukakan konsep bahwa hubungan
struktur kimia dengan aktivitas biologis (log1/C) suatu turunan senyawa dapat
dinyatakan secara kuantitatif melalui parameter-parameter sifat kimia fisika
dari substituent yaitu parameter hidrofobik (Ο), elektronik dan sterik. Model
ini disebut model hubungan energy bebas linier atau penekatan
ekstratermodinamik.
Selain itu, Rancangan obat dengan bantuan komputer (Computer Asssisted Drug
Design=CADD), terutama berhubungan dengan parameter kimia fisika yang terlibat
dalam aktivitas obat, hubungan kuantitatif struktur aktivitas dan model kimia kuantum atau perhitungan orbital molekul.
Program komputer untuk
rancangan obat rasional antara lain:
- BIOCES: Biochemical Expert System, untuk model protein, rekayasa protein dan Kimia Medisinal.
- CoMFA: Comparative Molecular Field Analysis.
- EMIL: Example Mediated Innovation for Lead Evolution, untuk mencari evolusi atau rancangan analog.
- MMMS: untuk model molekul, rancangan obat dan perhitungan kimia kuantum.
- GREEN: untuk studi struktur reseptor.
- RECEPT: untuk rasional superkomposisi molekul dan mapping reseptor.
- MMS-X: untuk rancangan obat, mapping reseptor dan analisiskonformasi.
Program komputer untuk
menghubungkan struktur molekul dengan aktivitas biologis antara lain:
- ALS: Adaptive Least Square
- LDA: Linear Discriminant Analysis
- SIMCA: Statistical Isolinear Multiple Compound Analysis
- LLM: Linear Learning Machine
- SAS: Statistical Analysis System
- HANSCH: metode Hansch, regresi linear
- QSAR: analisis regresi dan de novo
Program komputer untuk
analisis struktur molekul:
- CIS: Chemical Information System, berisi data-data spektra massa, 13CNMR, 1HNMR, struktur kristal x-ray, dan sistem model matematik.
- CONGEN: Constrained Structure Generation, bagian dari program DENDRAL, untuk membantu elusidasi struktur sistem cincin, substitusi isomer, rangka terpen, dan senyawa produk alam.
ΓΌ DOCKING
MOLEKULER
Molecular docking bertujuan
meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi
targetnya pada uji in-vitro. Molecular docking dapat diklasifikasikan menjadi 3
berdasarkan fleksibilitas molekul yaitu Rigid Docking (bersifat rigid/kaku),
semi-fleksible docking (bersifat semi fleksibel) dan fleksible docking
(bersifat fleksibel).Tujuan dari docking adalah untuk mencapai konformasi
protein dan ligan yang optimal. Docking membantu dalam mempelajari obat / ligan
atau interaksi reseptor / protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang
cocok pada protein, mendapatkan geometri terbaik dari kompleks ligan –reseptor.
Docking menjadi dasar untuk penemuan obat secara simulasi
komputasi. Langkah pertama
dari desain obat dibantu komputer adalah menemukan situs pengikatan ligan
protein, yang merupakan kantong atau celah pada permukaan protein yang
digunakan untuk mengikat ligan (obat terlarang) .
Dengan peningkatan jumlah
struktur biologi molekul yang tersedia, pendekatan docking telah menjadi alat
yang sangat penting dan berguna dalam penemuan obat rasional berbasis struktur
dan desain. Untuk reseptor protein dengan struktur tiga dimensi yang dikenal,
masalahnya docking ligan-protein pada dasarnya terdiri dalam memprediksi
konformasi terikat ligan molekul dalam situs aktif protein. Berbagai metode
komputasi telah dikembangkan untuk menentukan struktur dan fungsi protein dan
mempelajari lebih lanjut tentang protein lipat mekanisme. Efisien komputasi
teknik dapat membantu untuk memecahkan masalah struktur protein (yaitu Homologi
pemodelan, threading dan ab initio), yang memungkinkan aplikasi yang beragam
dalam banyak bidang penelitian scientifik.
Pengetahuan tentang struktur 3D protein ini
juga sangat penting untuk studi mitra makromolekul lain dengan siapa mereka
dapat berinteraksi. Selain itu dengan penerapan komputasi dalam hal ini juga
dapat mengurangi biaya yang sangat besar, dan menghemat waktu dalam
rekombinasinya, serta mempermudah dalam perhitungan kompleks suatu rekombinasi.
Dalam hal ini masalah utama docking adalah sulit optimasi yang melibatkan
banyak derajat kebebasan, dan pengembangan efisien docking algoritma dan
metodologi akan menjadi manfaat besar dalam desain obat baru. Dalam hal ini
pendekatan algoritma optimasi sangat membantu optimasi untuk mendapatkan desian
obat secara simulasi. Kombinasi dari algoritma genetika (GA) , rotamer
Perpustakaan dan dinamika molekular (MD) atau normal mode (NM), dapat merupakan
pendekatan yang baik untuk melakukan docking studi. Algoritma genetika juga
dapat digunakan untuk menyelesaiakan permasalahan CVRP, Penempatan pegawai,
penjadwalan, optimasi BTS, dll.
Penambatan ligan pada situs tambat
protein reseptor
MASALAH :
- Bagaimana menentukan site target suatu farmakofor obat?
- Kenapa menggunakan RAPID untuk identifikasi design obat?
- Keuntungan dan kerugian RAPID?
- Hubungan RAPID dengan docking molekul?
- Apa itu docking molekul?
- Apa fungsi docking molekul dalam mengidentifikasi design obat?
Sumber
Pustaka
Hartanto.S.,dan
M.I.Irawan.2017. Kajian Pendekatan Penempatan Ligan pada Protein
Menggunakan Algoritma Genetika. Jurnal Sains Dan Seni Its.Vol. 6, No. 2 2337-3520
Thomas, E, et al. 2007. Identification anfd Preiiminary StructureActivity Relationship, Journal
Of Natural Product .Vol 7 (8): 1278-1282.
Dror, Orant, et al. 2010. A Novel Approach Efficient Pharmacophore Based Virtual Screening.
Available at http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2767445 [ Diakses pada
14 Oktober 2017].
Nursalam.H.,
A.Najib., dan Fatmawati.2014.
Studi Farmakofor Reseptor Estrogen πΆ Sebagai Target
Terapi Kanker Serviks.Jurnal Farmasi
Fakultas Ilmu Kesehatan.Vol 2 No 4.
Nursalam.H.,
A.Najib.,N.Thahir.,dan I.misqawati.2015.studi farmakofor reseptor COX-2 sebagai
antiinflamasi. Jurnal Farmasi Fakultas
Ilmu Kesehatan.Vol 2 No 3.





Hai dyah..
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan no 5.
Penambatan molekul (molecular docking) merupakan prosedur yang menggunakan komputer untuk memprediksi ikatan nonkovalen makromolekul, molekul besar (reseptor), dan molekul kecil (ligan). Prosedur ini bertujuan memprediksi model ikatan dominan antara ligan dengan protein yang telah diketahui struktur tiga dimensinya.
Terima kasih atas pemaparan kawabannya Yustika π
HapusDan tanggapannya π
HapusWawancara, artikelnya sangat bagus sekali Dyah, menurut saya untuk mengetahui site target suatu obat kita terlebih dahulu harus mengetahui bentuk struktur suatu obat, lalu bagian mana yang akan berikatan dan memberi efek farmakologis yang paling baik
BalasHapusHay lexsa terima kasih atas respon pertanyannya baiklah saya akan coba jawab untuk bagian yg akan berikatan dg site target ada terdapat 3 ikatan, yaitu HBA/HBD pada OH (hidroksi) , gugus aromatik pada ikatan vanderwaals, dan ikatan ionik pada nitrogen nya,
HapusNamun site target terdapat anionic site dimana akan berikatan dg gugus bermuatan positif, focus of charge yg punya sifat hidrofilik, cagity dg sifat hidrofobik, dan flat surface yg berikatan dg phenolic yang kemudian akan memberikan efek terapi yang optimal.
Hallo dyah. Terima kasih materi tntg RAPIDny. Membantu sekali saya dlm mengerjakan tugas :)
BalasHapusTerima kasih kembali anggun π
HapusTerima kasih tanggapannya
Hapushalo dyah saya akan membantu menjawab soal nomor 2. digunakan rapid karena dapat memudahkan dalam mendisign obat baru.. sehingga obat dapat mencapai site target dengan tepat dan dapat meminimalisir toksisitas dan efek samping. dengan adanya penggunaan rapid suatu lead compound dpat dikembangkan menjadi berbagai macam obat dengan efek yang baru
BalasHapusTerima kasih atas pemaparan jawabannya bernike π
HapusArtikel nya sangat bagus sekali dyah, sangat membantu dalam mengerjakan tugass
BalasHapusTerima kasih anggun Tri fisesa π
HapusHay dyah pemaparan yg baik
BalasHapusSay coba jawab no 2
Menudut sya karna RAPID (Randomized Pharmacophore Identification Drug Design) adalah sistem perangkat lunak yang terintegrasi dengan mencoba mengidentifikasi invariants geometrik di antara kumpulan molekul ligan kecil seperti molekul. RAPID sebagai metode komputerisasi yang digunakan untuk tujuan penentuan analisis dan identifikasi komfor suatu ligan sehingga dapat digunakan untuk dasar atau bahan pembuatan dan desain obat-obatan farmasi baru yang sesuai dengan kebutuhan.
Hay Nura terima kasih atas pemaparan jawabannya π
Hapus5. Docking adalah metode untuk memprediksi orientasi yang terbaik dari suatu molekul ketika terikat satu sama lain untuk membentuk kompleks yang stabil. Informasi tentang oreintasi ini dapat digunakan untuk memprediksi kekuatan hubungan atau afinitas antara dua molekul yang digunakan. Hubungan antara molekul biologis yang relevan seperti protein, asam nukleat, karbohidrat, dan lipid memiliki peran penting dalam transduksi sinyal. Selanjutnya, orientasi relatif dari dua pasangan yang berinteraksi dapat mempengaruhi jenis sinyal yang dihasilkan.
BalasHapusTerima kasih atas pemaparan jawabannya Anggi π
HapusHi dyah,sudah betul dr pemaparan anggi saya mau menambahkan sedikit, metode molecular docking yang merupakan metode berbasis genetika yang dapat digunakan untuk mencari pola interaksi yang paling tepat dan melibatkan antara dua molekul, yaitu reseptor dan
Hapusligan. Ligan sendiri merupakan molekul sinyal kecil yang terlibat dalam kedua proses anorganik dan biokimia.
Molecular docking bertujuan meniru peristiwa interaksi
suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya
pada uji in-vitro . Molecular docking dapat diklasifikasikan
menjadi 3 berdasarkan fleksibilitas molekul yaitu Rigid
Docking (bersifat rigid/kaku), semi-fleksible docking (bersifat semi fleksibel) dan fleksible docking (bersifat fleksibel). Tujuan dari docking adalah untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal. Docking membantu dalam mempelajari obat / ligan atau interaksi reseptor / protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang cocok pada protein, mendapatkan geometri terbaik dari kompleks ligan – reseptor.
Docking menjadi dasar untuk penemuan obat secara simulasi komputasi. Langkah pertama dari desain obat dibantu Komputer adalah menemukan situs pengikatan ligan protein, yang merupakan kantong atau celah pada permukaan protein
yang digunakan untuk mengikat ligan (obat terlarang).
Dengan peningkatan jumlah struktur biologi molekul yang
tersedia, pendekatan docking telah menjadi alat yang sangat
penting dan berguna dalam penemuan obat rasional berbasis struktur dan desain. Untuk reseptor protein dengan struktur tiga dimensi yang dikenal, masalahnya docking ligan-protein
pada dasarnya terdiri dalam memprediksi konformasi terikat ligan molekul dalam situs aktif protein.
Semoga bermanfaat
Terima kasih kak Naura π
HapusAtas tanggapannya
HapusHai dyah. Saya akan menjawab pertanyaan nomor 4.
BalasHapusRAPID (Randomized Pharmacophore Identification Drug Design) adalah sistem perangkat lunak yang terintegrasi dengan mencoba mengidentifikasi invariants geometrik di antara kumpulan molekul ligan kecil seperti molekul. RAPID sebagai metode komputerisasi yang digunakan untuk tujuan penentuan analisis dan identifikasi komfor suatu ligan sehingga dapat digunakan untuk dasar atau bahan pembuatan dan desain obat-obatan farmasi baru yang sesuai dengan kebutuhan. sedangkan. Tujuan dari docking adalah untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal. Docking membantu dalam mempelajari obat / ligan atau interaksi reseptor / protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang cocok pada protein, mendapatkan geometri terbaik dari kompleks ligan –reseptor. Docking menjadi dasar untuk penemuan obat secara simulasi komputasi. Sehingga hubungan rapid dan docking dimana raid adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengidentifikasi suatu ligan agar dapat berikatan dengan protein sedangkan molekul docking adalah metode yang digunakan untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal.
Hay putri terima kasih atas pemaparan jawabannya π
HapusHy dyah, izin bertanya, apakah ada metode lain yang dapat digunakan untuk mendesain obat?
BalasHapusHayy Hefiza terima kasih atas respon balik pertanyaannya sebelumnya telah diketahui bahwa Farmakofor termasuk dalam kategori pengembangan dan desain obat hal ini di karenakan farmakofor atau pharmacophore adalah konfigurasi spasial fitur penting yang memugkinkan molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target tertentu. Dengan tidak adanya struktur reseptor dikenal, farmakofor dapat diidentifikasi dari suatu sel ligan yang telah diamati untuk berinteraksi dengan reseptor sasaran. Sebuah farmakofor didefinisikan sebagai susuanan 3D fitur yang sangat penting untuk molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target dalam situs pengikatan tertentu.
HapusSelain itu juga terdapat metode lain untuk mengembangkan dan mendesain suatu obat yaitu dengan bantuan komputer (Computer assited Drug Design = CADD)' terutama berhubungan dengan parameter kimia fisika yang terlibat dalam aktivitas obat,hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dan model kimia kuantum atau perhitungan orbit molekul
Program komputer untuk rancangan obat rasional antara lain :
BIOCES : Biochemical Expert System, untuk model protein, rekayasa protein dan Kimia Medisinal2) CoMFA : Comparative Moleculer Field Analysis (SYBYL).3) EMIL : Example Mediated Innovation for Lead Evolution, untuk mencari evolusi atau rancangan analog.4) MMMS : untuk model molekul, rancangan obat dan perhitungan kimia kuantum.5) GREEN : untuk studi struktur reseptor6) RECEPT : untuk rasional superkomposisi molekul dan mapping reseptor7) MMS-X : untuk rancangan obat, mapping reseptor dan analisis konformasi
Program komputer untuk menghubungkan struktur molekul dengan aktivitas biologis antara lain :
ALS : Adaptive Least Square 2) LDA : Linear Discriminant Analysis3) SIMCA :Statistical Isolinear Multiple Compound Analysis4) LLM ;Linear Learning Machine5) SAS : Statitistical Analysis System6) HANSCH : metode Hansch,regresi linear.7) QSAR : analisis regresi dan de novo
hai dyah saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 4.RAPID (Randomized Pharmacophore Identification Drug Design) adalah sistem perangkat lunak yang terintegrasi dengan mencoba mengidentifikasi invariants geometrik di antara kumpulan molekul ligan kecil seperti molekul. RAPID sebagai metode komputerisasi yang digunakan untuk tujuan penentuan analisis dan identifikasi komfor suatu ligan sehingga dapat digunakan untuk dasar atau bahan pembuatan dan desain obat-obatan farmasi baru yang sesuai dengan kebutuhan. sedangkan. Tujuan dari docking adalah untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal. Docking membantu dalam mempelajari obat / ligan atau interaksi reseptor / protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang cocok pada protein, mendapatkan geometri terbaik dari kompleks ligan reseptor. Docking menjadi dasar untuk penemuan obat secara simulasi komputasi. Sehingga hubungan rapid dan docking dimana raid adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengidentifikasi suatu ligan agar dapat berikatan dengan protein sedangkan molekul docking adalah metode yang digunakan untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal.
BalasHapusTerima kasih atas pemaparan jawabannya Fitri π
HapusAssalamualaikum dyah. Pemaparan materinya sangat baik sekali
BalasHapusBaiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3
Keuntungan : metode RAPID akan menggambarkan upaya dalam membuat prototipe sistem perangkat lunak yang terintegrasi, yang disebut RAPID (Randomized Pharmacophore Identification for Drug design) untuk mengatasi identifikasi farmakofora pada desain pembuatan obat baru.
Kerungian : untuk kerugiannya sedniri yaitu membutuhkan waktu yang lama dalam prosesnya hal itu dikarenakan dalam metode RAPID juga terdapat metode docking molekuler yang dimana pepreparasi dari docking molekul yang sangat rumit yaitu untuk melakukan docking, syarat pertama adalah struktur protein dan ligan yang diinginkan. Biasanya struktur telah ditentukan dengan menggunakan teknik biofisik seperti kristalografi sinar-x, atau spektroskopi NMR, kemudian disimpan dalam Protein Data Bank. Sedangkan untuk ligan yang akan digunakan dapat dibuat dengan software menggambar kimia seperti Chemdraw atau Marvinsketch. Struktur protein dan basis data ligan yang potensial ini berfungsi sebagai input untuk program docking.
Terima kasih Ovi atas pemaparan jawabannya π
HapusHai dyah.. saya ingin menanyakan apakah ada metode lain Yg digunakan dalam penemuan obat selain identifikasi dengan farmakofor?
BalasHapusHay Halimah terima kasih atas respon pertanyaannya
HapusSelain farmakofor juga terdapat metode lain untuk mengembangkan dan mendesain suatu obat yaitu dengan bantuan komputer (Computer assited Drug Design = CADD)' terutama berhubungan dengan parameter kimia fisika yang terlibat dalam aktivitas obat,hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dan model kimia kuantum atau perhitungan orbit molekul
HapusProgram komputer untuk rancangan obat rasional antara lain :
BIOCES : Biochemical Expert System, untuk model protein, rekayasa protein dan Kimia Medisinal2) CoMFA : Comparative Moleculer Field Analysis (SYBYL).3) EMIL : Example Mediated Innovation for Lead Evolution, untuk mencari evolusi atau rancangan analog.4) MMMS : untuk model molekul, rancangan obat dan perhitungan kimia kuantum.5) GREEN : untuk studi struktur reseptor6) RECEPT : untuk rasional superkomposisi molekul dan mapping reseptor7) MMS-X : untuk rancangan obat, mapping reseptor dan analisis konformasi
Program komputer untuk menghubungkan struktur molekul dengan aktivitas biologis antara lain :
ALS : Adaptive Least Square 2) LDA : Linear Discriminant Analysis3) SIMCA :Statistical Isolinear Multiple Compound Analysis4) LLM ;Linear Learning Machine5) SAS : Statitistical Analysis System6) HANSCH : metode Hansch,regresi linear.7) QSAR : analisis regresi dan de novo
haii Dyah. saya akan menjawab pertanyaan nomor 5.
BalasHapusPenambatan molekul (molecular docking) merupakan prosedur yang menggunakan komputer untuk memprediksi ikatan nonkovalen makromolekul, molekul besar (reseptor), dan molekul kecil (ligan). Prosedur ini bertujuan memprediksi model ikatan dominan antara ligan dengan protein yang telah diketahui struktur tiga dimensinya. Prediksi ikatan molekul kecil dan protein tersebut sangat penting dalam penampisan molekul virtual mirip obat untuk menemukan senyawa penuntun untuk pengembangan obat selanjutnya. Penambatan molekul ini dapat digunakan untuk penampisan senyawa besar, pengurutan hasil, dan pembuatan hipotesis bagaimana sebuah ligan menghambat suatu reseptor.
Hay kak Widya terima kasih atas pemaparan jawabannya π
HapusAssalamualaikum dyah terimakasih sudah menulis dsini sya akan coba jawab pertanyaan no 2 Metode (Randomized Pharmacopore identificationt) dalam desain penemuan obat digunakan untuk mengatasi adanya masalah dalam identifikasi farmakopor khususnya dalam penemuan senyawa pemandu (lead compound). Karena adanya ikatan ligan dengan reseptor menyebabkan satu ligan dapat berinteraksi dengan reseptor lain yang sama, sehingga dapat terbentuk satu atau lebih konformasi geometris dalam masing-masing ligan
BalasHapusWaalaikumsalam Hay bela terima kasih atas pemaparan jawabannya π
HapusHai dyah...
BalasHapussaya coba jawab soal no 3:
Menurut saya kelebihan dari rapid itu sendiri adalah dapat merancang obat baru atau pun memodifikasi obat yang sudah agar diperoleh efek yang lebih baik. rapid sendiri menggunakan metoda komputerisasi sehingga waktu yang dibutuhkan juga lebih cepat. sedangkan kelurangan dari rapid itu sendiri sulit untuk mencari senyawa analog yang sesuai dengan kromofor sehingga bisa saja menimbulkan efek toksik yang tidak diinginkan.
Hai Kurnia terima kasih pemaparan jawabannya π
HapusHai dyah tulisannya Sangat bermanfaat. Mau nanya dong gimana sih cara kita memodifikasi farmakopor?
BalasHapusHai Karina terima kasih atas respon pertanyaanya π
Hapus
HapusDalam modifikasi farmakofor, metode yang digunakan sangat berfariasi, antara lain yaitu :
1. Penyederhanaan molekul
Dalam metode ini dilakukan pemecahan, penyisipan, atau pemotongan bagian dari struktur molekul yang besar, melalui proses sintesis yang sistematik, dan dievaluasi bagian struktur atau prototipe analognya. Pada umumnya dilakukan pada senyawa-senyawa produk alam, seperti kokain, tubokurarin, morfin dan kuinin.
Contoh :
Kokain disederhanakan molekulnya menjadi benzokain, prokain, tetrakain, butetamin, amilokain, piperokain, dan meprilkain.
2. Penggabungan molekul
Pada metode ini dilakukan addisi (penambahan), replikasi atau hibridisasi molekul senyawa induk, melalui proses sintesis dan kemudian dievaluasi prototipe analog yang lebih kompleks
BalasHapusDocking adalah metode untuk memprediksi orientasi yang terbaik dari suatu molekul ketika terikat satu sama lain untuk membentuk kompleks yang stabil. Informasi tentang oreintasi ini dapat digunakan untuk memprediksi kekuatan hubungan atau afinitas antara dua molekul yang digunakan. Hubungan antara molekul biologis yang relevan seperti protein, asam nukleat, karbohidrat, dan lipid memiliki peran penting dalam transduksi sinyal. Selanjutnya, orientasi relatif dari dua pasangan yang berinteraksi dapat mempengaruhi jenis sinyal yang dihasilkan.
Terimakasih kak Lea atas pemaparan jawabannya π
HapusPemaparan materi yang lengkap dyah.,
BalasHapusSaya bantu jawab ya untuk nomor 3,
Menurut saya keuntungan dan kerugian dari RAPID yaitu :
Keuntungan : metode RAPID akan menggambarkan upaya dalam membuat prototipe sistem perangkat lunak yang terintegrasi, yang disebut RAPID (Randomized Pharmacophore Identification for Drug design) untuk mengatasi identifikasi farmakofora pada desain pembuatan obat baru.
Kerungian : untuk kerugiannya sedniri yaitu membutuhkan waktu yang lama dalam prosesnya hal itu dikarenakan dalam metode RAPID juga terdapat metode docking molekuler yang dimana pepreparasi dari docking molekul yang sangat rumit yaitu untuk melakukan docking, syarat pertama adalah struktur protein dan ligan yang diinginkan. Biasanya struktur telah ditentukan dengan menggunakan teknik biofisik seperti kristalografi sinar-x, atau spektroskopi NMR, kemudian disimpan dalam Protein Data Bank. Sedangkan untuk ligan yang akan digunakan dapat dibuat dengan software menggambar kimia seperti Chemdraw atau Marvinsketch. Struktur protein dan basis data ligan yang potensial ini berfungsi sebagai input untuk program docking.
Terima kasih Mega jawabannya sangat bermanfaat π
Hapushy diah, materinya sangat menarik sekali. saya mau bertanya apa perbedaan antara struktrur 2D dan 3D ? :)
BalasHapusHai audia terima kasih respon pertanyaannyaπ
Hapus2D farmakofor Mendefinisikan kerangka minimum yang menghubungkan kelompok pengikat penting.
Hapus3D farmakofor
Mendefinisikan posisi relatif di ruang kelompok pengikat penting.
terimakasih jawabannya :)
Hapusassalamualaikum. Terimakasih sudah post materinya kk. Meaterinya sangat bermanfaat dan sangat membantu sya dalam membuat tugas.
BalasHapusWaalaikumsalam terima kasih kak naura π
HapusHai dyah artikelnya sangat membantu sekali untuk pembelajaran tentang kimia medisinal.terimkasih
BalasHapusTerima kasih kak π
HapusTerima kasih atas tanggapannya kak π
HapusHalo dyah
BalasHapusPenjelasannya sangat membantu
Terimakasih :)
Sama-samaπ
HapusTerima kasih atas tanggapannya eugeniaπ
HapusAssalamualaikum Hay dyah artikelnya sangat bermanfaat tapi saya mau tanya di dalam rapid kan terdapat juga docking molekular nah sebenarnya apa docking molekuler dan bagaimana prinsip kerjanya ?
BalasHapusWaalaikumsalam Hay lidini terima kasih respon pertanyaannya
HapusMolecular docking bertujuan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya pada uji in-vitro. Tujuan dari docking adalah untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal. Docking membantu dalam mempelajari obat / ligan atau interaksi reseptor / protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang cocok pada protein, mendapatkan geometri terbaik dari kompleks ligan –reseptor.
Hapushay dyah artikel anda menarik sekali
BalasHapussya ingin bertanya, bagaimana pengaruh tiap ikatan dalam menemukan suatu obat baru? dan apakah dalam 1 obat dapat mengandung 2 ikatan atau lebih?
Hay sindy terima kasih atas respon pertanyaannya π
HapusSuatu ikatan kimia pasti ada di dalam suatu struktur obat baik itu ikatan Van der waals dll seperti pemaparan di atas adanya suatu ikatan dalam struktur obat dapat di gunakan untuk mempermudah identifikasi dengan menggunakan metode kromofor,
HapusDi dalam suatu struktur obat bisa terdapat 2 ikatan hingga lebih akan tetapi hanya satu yang memiliki efek yg dominan, dan menghasilkan suatu efek terapi jika di gunakan sebagai obat
Hai Diah Markoneng, salah satu tujuan digunakan metode Rapid yaitu untuk memudahkan dalam mendisign obat baru. Sehingga obat dapat mencapai site target dengan tepat dan dapat meminimalisir toksisitas dan efek samping. TERIMAKASIH
BalasHapusHai Aurora terima kasih atas tanggapannyaπ
Hapushay dyah saya akan membantu menjawab soal nomor 2. digunakan rapid karena dapat memudahkan dalam mendisign obat baru.. sehingga obat dapat mencapai site target dengan tepat dan dapat meminimalisir toksisitas dan efek samping. dengan adanya penggunaan rapid suatu lead compound dpat dikembangkan menjadi berbagai macam obat dengan efek yang baru
BalasHapusHai Dian terima kasih atas tanggapannyaπ
HapusHai dyah, Terimakasih artikelnya sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas
BalasHapussamasamaa atri
Hapusterima kasih atas tanggapannya
HapusTerima kasih artikelnya sangat membantu
BalasHapussamasama marta
Hapusterimakasih artikelnya sangat menbantu yahh ...
BalasHapusSama sama Imel π
HapusHay diyah. Terimakasih banyak ya. Artikel kamu sangat sangat membantu. π
BalasHapusSama sama π
HapusTerimakasih artikelnya sangat membantu
BalasHapusSama sama π
Hapusassalamualaikum. Terimakasih sudah post materinya untuk membantu saya dalam membuat tugas.
BalasHapusWaalaikumsalam sama sama Silvi
HapusHai Diah, menurut saya salah satu tujuan digunakan metode Rapid yaitu untuk memudahkan dalam mendisign obat baru. Sehingga obat dapat mencapai site target dengan tepat dan dapat meminimalisir toksisitas dan efek samping.
BalasHapusArtikel ini sanggat bermanfaat, karna dapat membantu saya dalam membuat tugasπ
Terima kasih kak indah π
HapusTerima kasih juga atas tanggapannya π
HapusTerimakasih artikelnya sangat membantu
BalasHapusSama-sama π
HapusTerimakasih kak, artikelnya sangat membantu
BalasHapusSama-sama π
HapusHai Dyah, terima kasih ya informasi nya. Sangat bermanfaat π
BalasHapusSama sama kak π
HapusHemm..menarik. Terima kasih artikel ini sangat membantu saya
BalasHapusSama-sama uma π
HapusTerimakasih atas tanggapannya π
Hapusbagus sekali mbak koneng , sangat bermanfaat . sering2 bagi ilmu ya π✌π»
BalasHapusSama-sama kak nagya π
HapusTerima kasih, artikelnya sangat membantu π
BalasHapusSama-sama jenis π
HapusTerima kasih, artikel ini sangat membantu ^^
BalasHapusSama-sama kak π
HapusArtikelnya sangat membantu sekali dan bermanfaat, termakasih ya.
BalasHapusSama-sama Puti π
HapusArtikel nya sangat bagus π dapat membantu saya dalam mengerjakan tugas saya π
BalasHapusSaya senang jika bermanfaat π
HapusArtikel nya sangat bagus π dapat membantu saya dalam mengerjakan tugas saya π
BalasHapusSaya senang jika bermanfaat π
HapusTerimakasih ya, artikelnya sangat membantu.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus
BalasHapusTerima kasih. Artikelnya sangat membantu
Terimakasih. Artikelnya sangat membantuπ
BalasHapushai dyah saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 4.RAPID (Randomized Pharmacophore Identification Drug Design) adalah sistem perangkat lunak yang terintegrasi dengan mencoba mengidentifikasi invariants geometrik di antara kumpulan molekul ligan kecil seperti molekul. RAPID sebagai metode komputerisasi yang digunakan untuk tujuan penentuan analisis dan identifikasi komfor suatu ligan sehingga dapat digunakan untuk dasar atau bahan pembuatan dan desain obat-obatan farmasi baru yang sesuai dengan kebutuhan. sedangkan. Tujuan dari docking adalah untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal. Docking membantu dalam mempelajari obat / ligan atau interaksi reseptor / protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang cocok pada protein, mendapatkan geometri terbaik dari kompleks ligan reseptor. Docking menjadi dasar untuk penemuan obat secara simulasi komputasi. Sehingga hubungan rapid dan docking dimana raid adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengidentifikasi suatu ligan agar dapat berikatan dengan protein sedangkan molekul docking adalah metode yang digunakan untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal.
BalasHapusTerima kasih Halimah atas pemaparan jawabannya π
HapusSangat bermanfaat sekali π
Hapus