PEPTID DAN PEPTIDOMIMETIK
- PEPTID
Peptida merupakan molekul yang
terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50
molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan
peptida. Ikatan peptida terjadi jika atom nitrogen pada salah satu asam
amino berikatan dengan gugus karboksil dari asam amino lain. Peptida
terdapat pada setiap makhluk hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat berupa enzim, hormon, antibiotik, dan reseptor.
Suatu
peptida ialah suatu amida yang dibentuk dari dua asam amino atau lebih. Ikatan
amida antra suatu gugus a-amino dari suatu asam amino dan gugus karboksil dari
asam amino lain disebut ikatan peptida. Contoh peptida berikut
yang dibentuk dari alanina dan glisina, disebut alanilglisina,
menggambarkan suatu ikatan peptida.
Tata nama peptida
Tata nama peptida diberikan berdasarkan atas jenis asam
amino yang membentuknya. Asam amino yang gugus karboksilnya bereaksi dengan
gugus –NH2 diberi akhiran –il pada namanya, sedangkan urutan penamaan didasarkan
pada urutan asam amino, dimulai dari asam amino ujung yang masih mempunyai
gugus –NH2.
a. Sifat-Peptida
Sifat peptida ditentukan oleh gugus –NH2, gugus –COOH, dan gugus R. Sifat asam dan basa ditentukan oleh gugus –COOH dan –NH2, namun pada peptida rantai panjang, gugus –COOH dan –NH2 tidak lagi berpengaruh. Suatu peptida juga mempunyai titik isoelektrik seperti pada asam amino.
Sifat peptida ditentukan oleh gugus –NH2, gugus –COOH, dan gugus R. Sifat asam dan basa ditentukan oleh gugus –COOH dan –NH2, namun pada peptida rantai panjang, gugus –COOH dan –NH2 tidak lagi berpengaruh. Suatu peptida juga mempunyai titik isoelektrik seperti pada asam amino.
Sintesis peptida dilakukan dengan
menggabungkan gugus karboksil salah
satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain.
Sintesis peptida dimulai dari C-terminus (gugus karboksil) ke N-terminus (gugus
amin), seperti yang terjadi secara alami pada organisme. Namun, untuk
mensintesis peptida, tidak semudah mencampurkan asam amino begitu saja. Seperti
contohnya: mencampurkan glutamine (E) dan serine (S) dapat menghasilkan E-S,
S-E, S-S, E-E, dan bahkan polipeptida seperti
E-S-S-E-E. Untuk menghindari asam amino berikatan tidak terkendali, perlu
dilakukan perlindungan dan kontrol terhadap ikatan peptida yang akan terjadis
sehingga ikatan yang terbentuk sesuai dengan yang diinginkan. Langkah-langkah
sintesis peptida adalah sebagai berikut: asam amino ditambahkan gugus proteksi.
Kemudian asam amino yang diproteksi dilarutkan dalam pelarut seperti
dimetyhlformamide (DMF) yand digabungkan dengan coupling reagents dipompa melalui kolom sintesis. Grup
proteksi dihilangkan dari asam amino melalui reaksi deproteksi. Kemudian
pereaksi deproteksi dihilangkan agar tercipta suasana penggabungan yang bersih.
Coupling reagents, contohnya N,N'-dicyclohexylcarbodiimide (DCCI), membantu
pembentukan ikatan peptida. Setelah reaksi coupling terbentuk, coupling reagents dicuci untuk menciptakan suasana
deproteksi yang bersih. Proses proteksi, deproteksi, dan coupling ini terus
dilakukan berulang-ulang hingga tercipta peptida yang diinginkan.
- Kelas peptida
Peptida dapat dikelompokkan menurut
kemiripan struktur dan fungsinya.
Peptida Ribosomal
Peptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA.
Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat
tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.
Peptida non-Ribosomal
Peptida non-Ribosomal
disintesis dengan kompleks enzim. Peptida ini terdapat pada organisme uniselular, tanaman, dan fungi.
Pada peptida ini terdapat struktur inti yang kompleks dan mengandung pengaturan
yang berbeda-beda untuk melakukan manipulasi kimia untuk menghasilkan suatu
produk. Secara umum, peptida ini berbentuk siklik, walaupun ada juga yang
berbentuk linear.
Peptida Hasil Digesti (Digested peptides)
Peptida ini terbentuk dari
hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus
digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan
tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA. Peptida ini juga dapat dibentuk dari
protein [yang didigesti dengan proteasespesifik, seperti digesti trypsin yang sering
dilakukan sebelum mass
spectrometry peptide analysis.
- PEPTIDOMIMETIK
Peptidomimetik
adalah rantai kecil seperti protein yang dirancang untuk meniru peptida. Peptida
yang disebut Adipotide telah dikembangkan oleh para peneliti AS dalam perang
melawan obesitas. Perlakuan eksperimental ini telah mengurangi sebanyak 11%
berat monyet yang diobati dengan mengurangi jaringan lemak, BMI, dan lingkar
pinggang.
Aditpotide
adalah eksperimental penurunan berat badan peptidomimetik dengan urutan asam
amino CKGGRAKDC-GG-D (KLAKLAK) 2, yang telah dikembangkan oleh para peneliti di
Amerika Serikat dalam upaya melawan obesitas. senyawa seperti peptida,
Adipotide, mampu membunuh sel-sel lemak sehingga menyebabkan penurunan volume
dan massa lemak subkutan, dan ini pada gilirannya menyebabkan penurunan berat
badan. Adipotida mampu membunuh adiposit (sel-sel lemak) dengan selektif menyebabkan
kematian sel terprogram (apoptosis) dari pembuluh darah memasok adiposit.
Karena kekurangan pasokan nutrisi, kelaparan berikutnya (yang menyebabkan
atrofi seluler atau penurunan ukuran sel) dan akumulasi produk limbah di
adiposit; cedera ireversibel terjadi dan ini menyebabkan mitokondria untuk
melepaskan enzim protease yang disebut caspases (faktor spesifik yang memulai
proses apoptosis) yang mengaktifkan transkripsi (proses dimana DNA digunakan
untuk menciptakan mRNA) dan translasi (sebuah proses dimana mRNA digunakan
untuk membuat peptida primer yang baru lahir) dari urutan gen yang akhirnya
mengarah pada produksi protein yang mempengaruhi proses apoptosis.
Protease
adalah enzim penting yang dapat memecah protein dan peptida dengan membelah
hubungan antara dua asam amino berturut-turut dalam rantai yang membentuk ini. Enzim
seperti itu sering memiliki peran kunci dalam berbagai proses fisiologis, yang
melibatkan segala sesuatu mulai dari konsepsi dan kelahiran hingga penuaan dan
kematian. Protein serin adalah subset protease dan memiliki nama dari serin
asam amino, yang merupakan bagian penting dari situs aktif protease. Cacat
fungsional pada protease serin terlibat dalam berbagai penyakit termasuk
kanker, stroke, diabetes, COPD dan cystic fibrosis. Inhibitor protease serin
telah terbukti bermanfaat sebagai obat untuk pengobatan penyakit ini.
Tujuan utama
dari proyek ini adalah mengembangkan molekul yang memiliki kemampuan untuk
mengatur aktivitas proteasease serin Proteinase 3 (PR3). Meskipun PR3 secara
alami hadir dalam sel darah putih pada individu yang sehat dan sangat penting
untuk sistem kekebalan berfungsi dengan baik, kerusakan PR3 dapat dikaitkan
dengan beberapa penyakit, termasuk granulomatosis dan leukemia Wegener. Proyek
ini telah mengembangkan metode untuk produksi kimia peptidomimetika, yaitu
molekul yang dapat meniru peptida. Metode ini lebih lanjut digunakan untuk
menghasilkan inhibitor PR3 yang meniru peptida sebagai PR3 biasanya mampu
memecah. Beberapa inhibitor yang diproduksi terbukti selektif untuk PR3 bila
dibandingkan dengan enzim yang terkait erat. Hasil yang diperoleh membentuk
dasar untuk pengembangan lebih lanjut inhibitor untuk PR3.
- Jelaskan peptid!
- Jelaskan peptidomimetik!
- Sebutkan dan jelaskan kelas peptida!


baik diah saya akan menjawab soal no 1 Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida. Ikatan peptida terjadi jika atom nitrogen pada salah satu asam amino berikatan dengan gugus karboksil dari asam amino lain. Peptida terdapat pada setiap makhluk hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat berupa enzim, hormon, antibiotik, dan reseptor.
BalasHapusSuatu peptida ialah suatu amida yang dibentuk dari dua asam amino atau lebih. Ikatan amida antra suatu gugus a-amino dari suatu asam amino dan gugus karboksil dari asam amino lain disebut ikatan peptida. Contoh peptida berikut yang dibentuk dari alanina dan glisina, disebut alanilglisina, menggambarkan suatu ikatan peptida.
Terima kasih anggun atas tanggapannya π
Hapushay dyah, artikelnya menarik nih jadi gampang dipahami..
BalasHapusoh iya saya bantu jawab pertnyaan nomor 2 yaa, peptidomimetik adalah rantai kecil seperti protein yang dirancang untuk meniru peptida. Peptida yang disebut Adipotide telah dikembangkan oleh para peneliti AS dalam perang melawan obesitas. Perlakuan eksperimental ini telah mengurangi sebanyak 11% berat monyet yang diobati dengan mengurangi jaringan lemak, BMI, dan lingkar pinggang.
semoga bermanfaat!
Terima kasih Dila atas tanggapannya π
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSaya akan jawab pertayaan no 3 kelas peptida Peptida Ribosomal Sunting
BalasHapusPeptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA. Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.
Peptida non-Ribosomal Sunting
Peptida non-Ribosomal disintesis dengan kompleks enzim. Peptida ini terdapat pada organisme uniselular, tanaman, dan fungi. Pada peptida ini terdapat struktur inti yang kompleks dan mengandung pengaturan yang berbeda-beda untuk melakukan manipulasi kimia untuk menghasilkan suatu produk. Secara umum, peptida ini berbentuk siklik, walaupun ada juga yang berbentuk linear.
Peptida Hasil Digesti (Digested peptides) Sunting
Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA. Peptida ini juga dapat dibentuk dari protein [yang didigesti dengan protease spesifik, seperti digesti trypsin yang sering dilakukan sebelum mass spectrometry peptide analysis.
Terima kasih bela atas tanggapannya π
HapusHai Dyah.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan nomor 3.
Kelas peptida terbagi menjadi:
1. Peptida Ribosomal
Peptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA. Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.
2. Peptida non-Ribosomal
Peptida non-Ribosomal disintesis dengan kompleks enzim. Peptida ini terdapat pada organisme uniselular, tanaman, dan fungi. Pada peptida ini terdapat struktur inti yang kompleks dan mengandung pengaturan yang berbeda-beda untuk melakukan manipulasi kimia untuk menghasilkan suatu produk. Secara umum, peptida ini berbentuk siklik, walaupun ada juga yang berbentuk linear.
3. Peptida Hasil Digesti (Digested peptides)
Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA. Peptida ini juga dapat dibentuk dari protein [yang didigesti dengan proteasespesifik, seperti digesti trypsin yang sering dilakukan sebelum mass spectrometry peptide analysis.
Terimakasih.
Terima kasih Yustika atas pemaparannya π
HapusPemaparan yang sangat baik dyah. Membantu saya dalam belajar. Semoga dapat terus membuat artikel menarik lainnya
BalasHapusSemoga terus bermanfaat π
HapusBaiklah saya akan menjawab pertnyaan nomor 2 yaitu Peptidomimetik adalah rantai kecil seperti protein yang dirancang untuk meniru peptida. Peptida yang disebut Adipotide telah dikembangkan oleh para peneliti AS dalam perang melawan obesitas. Perlakuan eksperimental ini telah mengurangi sebanyak 11% berat monyet yang diobati dengan mengurangi jaringan lemak, BMI, dan lingkar pinggang.
BalasHapusTerima kasih kak atas pemaparannya π
HapusBaiklah saya akan menjawab nomor 1 yaitu Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida.
BalasHapusTerima kasih kak atas pemaparannya π
Hapussebagai:
BalasHapusBaiklah saya akan menjawab pertnyaan nomor 2 yaitu Peptidomimetik adalah rantai kecil seperti protein yang dirancang untuk meniru peptida. Peptida yang disebut Adipotide telah dikembangkan oleh para peneliti AS dalam perang melawan obesitas. Perlakuan eksperimental ini telah mengurangi sebanyak 11% berat monyet yang diobati dengan mengurangi jaringan lemak, BMI, dan lingkar pinggang.
Terima kasih lidini atas pemaparannya π
Hapushai dyah saya akan mnjwb soal nmr 1 yaitu Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida.
BalasHapusHai Anggi terima kasih atas pemaparannya π
HapusPembentukan Ikatan Peptida
BalasHapusReaksi pembentukan ikatan peptida antar asam amino dalam protein yang terjadi merupakan reaksi kondensasi, yang ditandai dengan lepasnya molekul air ketika reaksi berlangsung. Hasil dari ikatan ini merupakan ikatan CO-NH, dan menghasilkan molekul yang disebut amida. Semua protein terbuat dari rantai asam amino ikatan yang bersama-sama dalam cara yang sangat spesifik. Sebagian besar asam amino memiliki gugus karboksil tunggal (-COOH) di satu sisi dan gugus amino (NH2-) di sisi lain. Asam amino yang berdekatan dapat membentuk ikatan peptida ketika satu kelompok asam karboksil yang bergabung dengan gugus amino yang lain.
Ketika ikatan peptida terbentuk antara asam amino, molekul air hilang. Jenis reaksi ini disebut reaksi kondensasi. Molekul air (H2O) yang dibuat oleh hilangnya hidroksil (OH-) dari gugus karboksil dan atom hidrogen (H) dari gugus amino. Fakta bahwa semua asam amino ikatan bersama-sama dengan cara ini adalah salah satu faktor yang menentukan bentuk protein yang dibuat.
Hai Irma terima kasih atas pemaparannya π
HapusHaii dyah, pemaparan materi yg sangat mudah untuk di pahami, dsni saya bantu jawab nomor 3 ya., menurut saya Peptida dapat dikelompokkan menurut kemiripan struktur dan fungsinya.
BalasHapusPeptida Ribosomal
Peptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA. Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.
Peptida non-Ribosomal
Peptida non-Ribosomal disintesis dengan kompleks enzim. Peptida ini terdapat pada organisme uniselular, tanaman, dan fungi. Pada peptida ini terdapat struktur inti yang kompleks dan mengandung pengaturan yang berbeda-beda untuk melakukan manipulasi kimia untuk menghasilkan suatu produk. Secara umum, peptida ini berbentuk siklik, walaupun ada juga yang berbentuk linear.
Peptida Hasil Digesti (Digested peptides)
Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA. Peptida ini juga dapat dibentuk dari protein [yang didigesti dengan protease spesifik, seperti digesti trypsin yang sering dilakukan sebelum mass spectrometry peptide analysis.
Hai Mega terima kasih atas pemaparannya π
HapusHay dyah saya coba jawab untuk pembagian kelas peptida terbagi menjadi:
BalasHapus1. Peptida Ribosomal
Peptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA. Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.
2. Peptida non-Ribosomal
Peptida non-Ribosomal disintesis dengan kompleks enzim. Peptida ini terdapat pada organisme uniselular, tanaman, dan fungi. Pada peptida ini terdapat struktur inti yang kompleks dan mengandung pengaturan yang berbeda-beda untuk melakukan manipulasi kimia untuk menghasilkan suatu produk. Secara umum, peptida ini berbentuk siklik, walaupun ada juga yang berbentuk linear.
3. Peptida Hasil Digesti (Digested peptides)
Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA. Peptida ini juga dapat dibentuk dari protein [yang didigesti dengan proteasespesifik, seperti digesti trypsin yang sering dilakukan sebelum mass spectrometry peptide analysis.
Terimakasih.
Hay Nura terima kasih atas pemaparannya π
HapusBaiklah saya akan menjawab pertnyaan nomor 2 yaitu Peptidomimetik adalah rantai kecil seperti protein yang dirancang untuk meniru peptida. Peptida yang disebut Adipotide telah dikembangkan oleh para peneliti AS dalam perang melawan obesitas. Perlakuan eksperimental ini telah mengurangi sebanyak 11% berat monyet yang diobati dengan mengurangi jaringan lemak, BMI, dan lingkar pinggang.
BalasHapusHay Ovi terima kasih atas pemaparannya π
Hapusbaik diah saya akan menjawab soal no 1 Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida. Ikatan peptida terjadi jika atom nitrogen pada salah satu asam amino berikatan dengan gugus karboksil dari asam amino lain. Peptida terdapat pada setiap makhluk hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat berupa enzim, hormon, antibiotik, dan reseptor.
BalasHapusSuatu peptida ialah suatu amida yang dibentuk dari dua asam amino atau lebih. Ikatan amida antra suatu gugus a-amino dari suatu asam amino dan gugus karboksil dari asam amino lain disebut ikatan peptida. Contoh peptida berikut yang dibentuk dari alanina dan glisina, disebut alanilglisina, menggambarkan suatu ikatan peptida.
Hai Ike terima kasih atas pemaparannya π
Hapusbaik diah saya akan menjawab soal no 1 Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida. Ikatan peptida terjadi jika atom nitrogen pada salah satu asam amino berikatan dengan gugus karboksil dari asam amino lain. Peptida terdapat pada setiap makhluk hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat berupa enzim, hormon, antibiotik, dan reseptor.
BalasHapusSuatu peptida ialah suatu amida yang dibentuk dari dua asam amino atau lebih. Ikatan amida antra suatu gugus a-amino dari suatu asam amino dan gugus karboksil dari asam amino lain disebut ikatan peptida. Contoh peptida berikut yang dibentuk dari alanina dan glisina, disebut alanilglisina, menggambarkan suatu ikatan peptida.
Hai lexsa terima kasih atas pemaparannya π
HapusBaiklah kk akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1 yaitu Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida. Ikatan peptida terjadi jika atom nitrogen pada salah satu asam amino berikatan dengan gugus karboksil dari asam amino lain. Peptida terdapat pada setiap makhluk hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat berupa enzim, hormon, antibiotik, dan reseptor.
BalasHapusSuatu peptida ialah suatu amida yang dibentuk dari dua asam amino atau lebih. Ikatan amida antra suatu gugus a-amino dari suatu asam amino dan gugus karboksil dari asam amino lain disebut ikatan peptida. Contoh peptida berikut yang dibentuk dari alanina dan glisina, disebut alanilglisina, menggambarkan suatu ikatan peptida.
Hay kak Roli terima kasih atas tanggapannya π
HapusTerimah dyah artikel anda sangat bermanfaat
BalasHapusSama-sama kak π
Hapushai dyah saya akan mnjwb soal nmr 1 yaitu Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, namun jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida.
BalasHapusHay Halimah terima kasih atas tanggapannya π
Hapushai, saya akan menambahkan jawaban no 1. dimana Peptida terdapat pada setiap makhluk hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat berupa enzim, hormon, antibiotik, dan reseptor. terimaksih :)
BalasHapusHay audia terima kasih atas tanggapannya π
HapusArtikel yg sgt bermanfaat. terimakasih
BalasHapusHalo DyahMarkoneng :d
BalasHapusjawaban no 3 yaitu, Kelas peptida terbagi menjadi:
1. Peptida Ribosomal
Peptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA. Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.
2. Peptida non-Ribosomal
Peptida non-Ribosomal disintesis dengan kompleks enzim. Peptida ini terdapat pada organisme uniselular, tanaman, dan fungi. Pada peptida ini terdapat struktur inti yang kompleks dan mengandung pengaturan yang berbeda-beda untuk melakukan manipulasi kimia untuk menghasilkan suatu produk. Secara umum, peptida ini berbentuk siklik, walaupun ada juga yang berbentuk linear.
3. Peptida Hasil Digesti (Digested peptides)
Peptida ini terbentuk dari hasil proteolisis non-spesifik dalam siklus digesti. Peptida hasil digesti secara umum merupakan peptida ribosomal, akan tetapi tidak dibentuk dari translasi mRNA. Peptida ini juga dapat dibentuk dari protein [yang didigesti dengan proteasespesifik, seperti digesti trypsin yang sering dilakukan sebelum mass spectrometry peptide analysis.
Terimakasih.
hy dyah artikel anda sangat membantu saya
BalasHapusterimakasih
BalasHapushy dyah artikelnya sangat bermanfaat sekali